Membahas duduk kasus perbedaan agama di Indonesia bisa dibilang termasuk hal yang sensitif dan kerap menimbulkan perdebatan, tapi bukan berarti hal itu dilarang.
Justru yang tidak boleh yakni orang-orang yang tidak beragama atau pun tidak percaya dengan dewa (atheis), alasannya Indonesia sendiri berasaskan Pancasila dengan sila pertama disebutkan bahwa Negara Indonesia yakni berlandaskan pada Ketuhanan Yang Maha Esa.
Namun, pada praktiknya memang ditemui adanya warga negara Indonesia yang tidak mempercayai atau memeluk suatu agama tertentu.
Berkaitan dengan hal itu ada sebuah kisah inspiratif dari AgamaIslam, sebagai kepercayaan dominan dari penduduk Indonesia.
Kisah ini yakni perbincangan antara seorang muslim dan seorang atheis, ibarat yang dimuat oleh fanspage 'Al-qur'an & al-hadist' pada 7 Agustus 2015.
Berikut Kisahnya:
Ada seorang Atheis yg memasuki sebuah masjid, beliau mengajukan 3 pertanyaan yang hanya boleh dijawab dengan akal.
Artinya tidak boleh dijawab dengan dalil, alasannya dalil itu hanya dipercaya oleh pengikutnya, kalau memakai dalil (naqli) maka justru diskusi ini tidak akan menghasilkan apa-apa...
Pertanyaan atheis itu adalah:
1. Siapa yg membuat Allah?? Bukankah semua yg ada di dunia ada alasannya ada penciptanya?? Bagaimana mungkin Tuhan ada kalau tidak ada penciptanya??
2. Bagaimana caranya insan bisa makan dan minum tanpa buang air?? Bukankah itu komitmen Tuhan di Syurga?? Jangan pakai dalil, tapi pakai akal....
3. Ini pertanyaan ketiga, kalau iblis itu terbuat dari Api, kemudian bagaimana bisa Tuhan menyiksanya di dalam neraka?? Bukankah neraka juga dari api??
Tidak ada satupun jamaah yg bisa menjawab, kecuali seorang pemuda.
Pemuda itu menjawab satu per satu pertanyaan sang atheis :
1. Apakah engkau tahu, dari angka berapakah angka 1 itu berasal?? Sebagaimana angka 2 yakni 1+1 atau 4 yakni 2+2??Atheis itu diam membisu..
"Jika kau tahu bahwa 1 itu yakni bilangan tunggal. Dia bisa mencipta angka lain, tapi beliau tidak tercipta dari angka apapun, kemudian apa kesulitanmu memahami bahwa Tuhan itu Zat Maha Tunggal yg Maha mencipta tapi tidak bisa diciptakan??"
2. Saya ingin bertanya kepadamu, apakah kita dikala dalam perut ibu kita semua makan? Apakah kita juga minum? Kalau memang kita makan dan minum, kemudian bagaimana kita buang air dikala dalam perut ibu kita dulu??
Jika anda dulu percaya bahwa kita dulu makan dan minum di perut ibu kita dan kita tidak buang air didalamnya, kemudian apa kesulitanmu mempercayai bahwa di Syurga kita akan makan dan minum juga tanpa buang air??
3. Pemuda itu menampar sang atheis dengan keras. Sampai sang atheis murka dan kesakitan. Sambil memegang pipinya, sang atheis-pun marah-marah kepada perjaka itu, tapi perjaka itu menjawab:
"Tanganku ini terlapisi kulit, tanganku ini dari tanah..dan pipi anda juga terbuat dari kulit dari tanah juga..lalu kalau keduanya dari kulit dan tanah, bagaimana anda bisa kesakitan dikala saya tampar??
Bukankah keduanya juga tercipta dari materi yg sama, sebagaimana Syetan dan Api neraka?? Sang athies itu ketiga kalinya terdiam...
Sahabat, perjaka tadi memperlihatkan pelajaran kepada kita bahwa tidak semua pertanyaan yg terkesan mencela/merendahkan agama kita harus kita hadapi dengan kekerasan.
Dia menjawab pertanyaan sang atheis dengan cerdas dan bernas, sehingga sang atheis tidak bisa berkata-kata lagi atas pertanyaannya.
Itulah perjaka yg Islami, perjaka yg berbudi tinggi, berpengtahuan luas, berfikiran bebas...tapi tidak liberal... tetap terbingkai elok dalam indahnya Aqidah...
Ada yg berkata bahwa perjaka itu yakni Imam Abu Hanifah muda. Rahimahullahu Ta'ala...
Wallahu 'alam
Postingan ini sebagian besar menuai respon nyata dari netizen, ibarat yang diungkapkan akun Eva Anisa Fitriani:
"Heemmmm....jd mulai kini kita hrs berguru sprt imam bubuk hanifah muda kalau ada non muslim yg koment2 ga jelas,,kita hrs bersikap sabar tdk gampang emosi,dan menjawab nya dgn bijak,cerdas dan lugas...."
"Semoga kita semua diberi kecerdasan emosi amiin....."
Akun Umar Thahir pun berkomentar: "Subhanallah gali kisah2 macam ini supaya sanggup memberi pelajaran bagi orang2, yang tak beriman terhadap Alquran & Hadis terimakasih saudarku seiman"
Namun ada pula yang mempertanyakan kebenaran kisah ini, ibarat diungkapkan akun Anaknya Ayah Rustam: "itu kisah orisinil apa fiktif" tulisnya. (palembang.tribunnews.com)
Komentar
Posting Komentar