KENALI 7 TANDA LAIN DARI STRES
Biasanya seseorang niscaya menyadari ia stres atau tidak. Tanda-tandanya bisa mulai dari rasa cemas, tegang, sulit tidur, dan tak bisa konsentrasi. Namun, ada kalanya Anda merasa stres dan bahkan tak menyadarinya.
Di bawah ini, ada 7 gejala stres yang tidak biasa dan tak terduga. Dikutip dari Huffington Post.
1. Mendengar suara-suara yang tak didengar orang lain
Suara-suara tadi bisa berupa bunyi berdengung, berdering, detakan, atau menderu. Hal ini disebut sebagai tinnitus.
BMC Public Health melaporkan bahwa orang-orang yang cemas akan kehilangan pekerjaan atau gres pindah kerja berkemungkinan besar mengalami tinnitus ini.
2. Anda berubah jadi pendiam
Stres bisa menciptakan Anda impulsif, lantaran stres mempengaruhi belahan otak yang mengatur tingkah laris Anda. Tapi, hal ini juga bisa bekerja sebaliknya, menciptakan Anda menjadi menarik diri dan kehilangan rasa percaya diri. Dan hal ini biasanya lebih terlihat di kawasan kerja.
"Anda bisa saja berada di sebuah rapat, di mana biasanya Anda selalu menyuarakan pendapat Anda, namun kali itu Anda menahan diri lantaran merasa tidak yakin apakah gagasan Anda cukup bagus," ujar Susan Evans, PhD, profesor psikologi di bidang psikologi klinis di Weill Cornell Medical College.
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Neurocase menemukan bahwa menonton film yang bikin stres selama 30 menit saja menciptakan seseorang jadi kesulitan mengerjakan kiprah yang berisi kata-kata sulit, dibanding menonton sesuatu yang ringan.
3. Gampang tertular penyakit
Imunitas badan Anda menurun drastis dikala Anda stres. Hal ini menciptakan badan Anda kehilangan kemampuan untuk mempertahankan diri dari virus-virus yang bermunculan di sekitar Anda.
Sebuah studi dalam Proceedings of the National Academy of Sciences menyampaikan orang-orang yang stres dua kali lipat lebih sering tertular flu, dibanding mereka yang baik-baik saja.
Orang-orang yang stres juga memproduksi komponen penyebab inflamasi begitu sistem badan mereka dimasuki oleh virus. Hal ini mengakibatkan bersin dan flu mereka jadi lebih buruk.
4. Berubahnya contoh buang air
Sistem pencernaan Anda bisa jadi berhenti lantaran badan berusaha untuk mengarahkan energi ke organ-organ dan sistem lain yang akan membantu Anda bertahan, ujar David Spiegel, MD, administrator dari Center on Stress and Health di Stanford School of Medicine.
Namun, bisa juga yang terjadi malah sebaliknya. Karena penelitian lain menyampaikan bahwa orang yang stres bisa menderita diare sebagai akhir dari senyawa berjulukan CRF yang dilepaskan oleh otak dikala stres. Usus Anda sudah dipenuhi oleh senyawa ini sebelumnya. Pelepasan ekstra akan menciptakan pencernaan Anda menjadi terlalu lancar.
5. Melakukan hal asing dikala tidur
Walaupun jarang, dan hanya terjadi pada orang-orang dengan tingkat stres yang ekstrem, parasomnia (seperti berjalan sambil tidur, makan sambil tidur, dan teror malam) bisa terjadi. Demikian disampaikan oleh Rajita Sinha, PhD, administrator dari Yale Stress Center.
Hal ini disebabkan lantaran sistem saraf Anda yang selalu berada dalam kondisi waspada dan tegang. Hal ini menimbulkan respons untuk melepaskan diri, dan tak bisa beristirahat dengan tenang. Efeknya, hal ini akan mengambil alih sistem penenangan diri Anda dikala tidur, yang mengakibatkan Anda jadi melaksanakan hal-hal tidak normal.
6. Tangan dan lengan kesemutan
Anda mungkin akan menahan ketegangan akhir stres di belahan leher dan pundak, satu dilema yang sangat umum terjadi pada wanita, kata Holly Phillips, MD, seorang dokter seorang hebat penyakit dalam di New York.
Saat mengalami stres yang hebat, stres bisa berlanjut pada pementingan di kumpulan saraf tertentu di lengan Anda yang bisa menjadikan timbulnya perasaan mati rasa dan kesemutan.
"Membungkuk di depan komputer dan memegang ponsel selama berjam-jam sehari dikala sedang stres bisa menciptakan kondisi ini jadi semakin buruk," terang Phillips. "Telinga kita harusnya berada sempurna di atas bahu, namun dengan postur ini, kuping jadi beberapa centi di depan bahu. Posisi ini sangat janggal dan mengakibatkan nyeri."
7. Menstruasi jadi lebih menyakitkan
Saat stres, badan Anda berusaha untuk memproduksi senyawa yang akan membantu Anda beraksi dan menekan produksi senyawa lain yang akan menurunkan stres Anda, terang Sinha. Dan itu artinya Anda akan mencicipi nyeri lebih tajam.
Hal itu termasuk juga nyeri yang Anda rasakan dikala menstruasi. Wanita yang sedang mengalami stres dilaporkan mencicipi nyeri yang lebih parah, termasuk keram yang lebih menyakitkan dikala periode haidnya. Demikian dilaporkan oleh suatu penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Women's Health.
source: Women's Health
Komentar
Posting Komentar