Sad Story

#SADSTORY 😭

👧: saya mau ngmong
👦: ya? Kenapa sayang?
👧: saya mau putus
👦: *senyum paksa* kenapa? *selipin rambut ke belakang indera pendengaran ceweknya*
👧: aku.. saya suka sama orang lain. Maaf
👦: hm.. gitu ya. Oke saya ngerti. Kamu baik-baik ya
👧: *ngangguk pelan*
👦: yauda saya anter pulang yuk?

-dalam mobil, cewek liat foto ia dan mantannya digantung di depan. Mereka lagi foto pelukan, terlihat terang kalau mereka bahagia-
👧: Kok ada foto ini?
👦: Iya, saya yang pasang. Aku suka foto ini
👧: Baru digantung ya? Kemarin gak ada
👦: Iya hehe saya dapet kerjaan baru. Jabatannya lumayan. Tapi jauh kantornya. Aku gantung foto ini, supaya sanggup liat fotonya kalau saya capek nyetir
👧: capek kok liat foto?
👦: rasa capeknya ilang kalau liat foto ini, ada orang yang saya sayang nungguin aku. Minta ditelepon sama aku. Aku yakin ia niscaya khawatir kalau saya gak konsen nyetir gara-gara capek
👧: hm.. gitu yaa..

Hening..... beberapa dikala kemudian hingga di rumah cewek
👧: makasi ya udah anterin.. jadi repotin
👦: gak kok hehe oh iya, soal foto tadi, gak usah dipikirin ya. Nanti saya lepas kok.
👧: iya, saya masuk duluan ya. Bye

Sang cewek pun masuk ke dalam rumah. Dadanya terasa nyeri. Iapun mengambil 2 butir obat untuk ia minum. Cewek ini memiliki duduk kasus dengan jantungnya. Ia putus alasannya tidak mau pacarnya khawatir. Ia takut tidak sanggup menemani pacarnya. Ia tidak mau menciptakan pacarnya mencicipi kesepian yang mendalam, maka ia putuskan kekerabatan mereka. Dalam hatinya, ia merasa sedih. Sangat sedih.

Dalam perjalanan sang cowok, ia terus berpikir. Mengapa pacarnya tetapkan kekerabatan mereka. Tanpa pacarnya sadari, ia tahu kalau pacarnya memiliki gangguan pada jantungnya. Namun, ia berlagak tidak tahu, ia tahu pacarnya tidak mau ia khawatir. Jalanan sudah sepi, tidak semua lampu jalanan nyala, sang perjaka menjalankan mobilnya dengan pelan, ia menggapai foto yang ia gantungkan. Perlahan ia lepaskan, ada rasa sakit hati yang mendalam dikala ia melihat foto tersebut. Tiba-tiba terlihat pancaran cahaya yang sangat terang. Celaka, lampu kendaraan beroda empat dan kendaraan beroda empat itu tiba ke arahnya. Ia tidak sanggup menghindar, semua terjadi begitu saja, ia terjepit di antara kursinya dan setir mobil. Darah bercucuran tak henti. Orang-orang mulai berdatangan. Ambulans pun dipanggil. Banyak orang yang membantu. Kesadarannya belum hilang sepenuhnya. Ia memanggil dengan samar nama pacarnya, tangannya menggenggam akrab foto mereka. Orang-orang prihatin melihat insiden tersebut tak sanggup menahan air matanya.

-sampai di RS-
hari ini sang cewek melaksanakan check up untuk jantungnya. Sembari berharap ada pendonor jantung untuknya. Ia duduk memainkan HPnya. Tertampang fotonya dengan mantannya sebagai homescreen. Ia mencicipi sakit hati lagi. Ia menyesal. Setelah melaksanakan medical check up, ia pulang.

Sang perjaka berhasil melaksanakan operasi. Namun, ia mengalami kelumpuhan di banyak bab tubuhnya. Ia meminta supaya dokter mau berhubungan dengannya. Dengan berat hati, sang dokter setuju. Sang perjaka mengambil perekam dan mulai merekam. Apa yang akan direkamnya?

-keesokkan harinya-
👩: *telepon* selamat pagi, dengan mbak Emma?
👧: ya, saya sendiri. Bisa saya bantu?
👩: saya suster dari RS XXX mau mengabarkan bahwa pendonor jantung untuk mbak sudah ada. Nanti malam mbak sanggup tiba untuk operasi?
👧: bisa! Saya niscaya datang! Terima kasih banyak

Emma sangat senang menerima kabar sudah ada pendonor, ia berharap kalau ia sudah sembuh nanti, ia akan menceritakan semuanya pada Xander dengan impian sanggup memperbaiki kekerabatan mereka. Malam itu, Emma menjalankan operasinya. Setelah 1 ahad berlalu, badan Emma mendapatkan jantung barunya dengan baik. Ia pun menanyakan pendonor jantung tersebut. Ia mau mengucapkan terimakasih.

👧: Suster, saya mau tau nama pendonor jantung ini
👩: *ragu* sebentar.. saya ambilkan sesuatu

Sang suster mengambilkan perekam yang dipakai Xander

👩: ini ada pesan dari sang pendonor

Emma pun memainkan video yang sudah ada

👦: Hai cantik, sudah sehat?

Betapa kagetnya Emma ketika ia melihat muka Xander yang pucat. Tuhan, jangan katakan Xander yang mendonorkan jantungnya, pikirnya dalam hati.

👦: saya rasa kau tidak akan baiklah dengan keputusanku ini. Percayalah, saya melaksanakan ini alasannya saya mencintaimu. Bahkan sesudah kekerabatan kita berakhir. Aku mengalami kecelakaan di malam saya mengantarmu pulang. Maaf saya tidak berhati-hati. Kamu mau memaafkanku kan? saya tau kau memiliki kelainan jantung dan saya tau kau tidak mau saya khawatir. Sayang, kau lebih berharga dari apapun, tentu saja saya akan khawatir. Aku selalu berharap saya sanggup menjadi rumahmu. Tempat untuk kau pulang, daerah yang sanggup kau jadikan sandaran. Tapi tampaknya situasinya berbalik. Emma, maukah kau menjadi rumah bagi jantungku? *tertawa hambar* saya merindukanmu. Aku tidak akan berpengaruh melihat mukamu dikala ini, akan sangat menyakitkan hati. Hiduplah dengan tenang, Emma. Aku akan selalu ada bersamamu. Aku mencintaimu

Lalu video itu mati. Emma tidak sanggup menahan air matanya. Ia merindukan Xander. Ia mau melaksanakan apa saja demi Xander. Emma mulai histeris. Sang suster melihat dan berusaha menenangkan Emma

👩: Emma.. ada sesuatu yang perlu kau ketahui, di dikala kecelakaan terjadi, ia terus menggenggam foto kalian bahkan hingga dikala ia akan dioperasi. Ia terus memanggil namamu walau kadang tidak jelas. Ia sangat mencintaimu. Kau harus berguru untuk merelakannya supaya ia sanggup hidup dengan tenang.

Emma mencoba tersenyum walaupun pertahanannya runtuh. Dengan bunyi pelan ia menggumam, "Thankyou Xander, I love you more"

=========================
Kita tidak pernah tahu kapan orang yang kita sayangi dipanggil oleh Tuhan. Hargailah setiap waktu yang ada.

Like & Share !

Komentar